Pandemi COVID-19 ini berdampak pada hampir semua sektor ekonomi. Salah satunya adalah bisnis telekomunikasi yang merasakan hal yang sama.
Hal itu diungkapkan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia ( ATVSI) saat bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (10/6)
Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga dengan ATVSI ini membahas kondisi media pertelevisian yang terkena dampak pandemi karena pemasukan lewat iklan berkurang.
“ATVSI menyampaikan iklan turun hingga 40 persen saat Pandemi covid-19 terjadi di tanah air,” kata Airlangga di Jakarta.
Airlangga menjelaskan, memang hampir semua bisnis di saat pandemi terganggu karena daya beli masyarakat yang menurun dan mempengaruhi juga ke banyak sektor bisnis lain, termasuk iklan di media. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah juga berusaha memberikan keringanan bagi para pengusaha, termasuk pengusaha media denganengeluarkan relaksasi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 dan PPh Pasal 25
“Dari perpajakan sudah ada insentif dari kementerian keuangan. Ada juga usulan pemerintah pasang iklan di media, namun itu butuh pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.
Airlangga meminta kepada ATVSI agar tetap optimis menghadapi pandemi karena peran besar media sangat berpengaruh dalam menyosialisasikan protokol kesehatan dan keselamatan.
“Saya juga meminta agar sektor industri pertelevisian bisa bergotong royong membangun optimisme, supaya perekonomian Indonesia bisa recovery dengan cepat. Jika ekonomi kuat, maka konsumsi akan tumbuh, dan pastinya akan ada iklan yang diterima oleh media,” tutupnya