Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan pelaksanaan New Normal diharapkan membuat masyarakat produktif dan aman dari COVID–19.
“Masyarakat produktif dan aman COVID–19. Pertama, ini berarti masyarakat produktif yang memutus mata rantai COVID–19 dan kedua, produktif dalam memutus mata rantai dari meningkatnya angka PHK agar tidak semakin tinggi, sehingga kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa terdorong” kata Airlangga Hartarto
“Lewat pemberlakukan Normal Baru maka diharapkan kondisi perekonomian membaik, seperti yang sudah dilakukan beberapa negara lain” lanjut Airlangga Hartarto
Kondisi perekonomian nasional selama masa pandemi COVID–19 hampir semuanya turun, namun ada pula sektor yang masih positif.
Maka dari itu perlu dilakukan restart engine ekonomi. Hal tersebut diperlukan agar kita tidak terkena pandemi PHK.
Kondisi perekonomian Indonesia sebenarnya sudah mendapatkan kepercayaan di mata pasar. Menurut Airlangga, indikator perekonomian Indonesia saat ini positif. Misalnya penerbitan obligasi oleh Hutama Karya yang ratingnya rendah karena dijamin oleh pemerintah.
“Hal itu menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, ini berarti kepercayaan terhadap surat utang kita positif. Kedua, pasar modal sudah mulai rebound dan ketiga, currency kita relatif cukup kuat” kata Airlangga Hartarto.
Dari segi makro ekonomi, Airlangga juga melihat kepercayaan pasar terhadap Indonesia dan terhadap kebijakan yang diambil pemerintah adalah positif.