Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, setidaknya ada lima sektor yang “tahan banting” di tengah pandemi Covid-19.
Kelimanya adalah industri rokok dan tembakau, industri makanan pokok, industri batubara, industri farmasi dan alat kesehatan, dan industri minyak nabati.
Industri-industri di atas tidak terlalu terpengaruh pandemi Covid-19, justru mengalami pertumbuhan.
“Ada juga sektor yang tidak terlalu terdampak secara dalam yaitu, sektor rokok dan tembakau, dilihat dari pendapatan cukai rokok masih baik” kata Airlangga Hartarto.
“Sektor farmasi dan alat kesehatan seperti diketahui kebutuhannya tinggi, baik domestik atau global, naik 13 persen” lanjut Airlangga Hartarto.
Data menunjukkan, pertumbuhan dari 5 sektor tersebut, industri makanan pokok dari 7 persen menjadi 13 persen, komoditas batubara tumbuh menjadi 25 persen dari 11 persen, dan industri rokok mengalami pertumbuhan 4 persen dari periode tahun sebelumnya, termasuk sektor kesehatan, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara industri minyak nabati yang didominasi minyak sawit berhasil tumbuh 25 persen. Hal ini dikarenakan oleh kebijakan lockdown di Malaysia serta pembukaan izin impor di India.
Airlangga Hartarto menyebutkan, selain sektor yang tahan banting juga pasti ada sektor yang sangat terpukul di kala pandemi, seperti sektor transportasi dan otomotif.
Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap yakin akan ada kenaikan atau setidaknya pemulihan ekonomi untuk beberapa sektor lainnya dalam beberapa waktu ke depan.
“Kita bisa melihat ada tren lonjakan di beberapa industri, dan diprediksi kenaikan ini akan dirasakan seluruh sektor secara berlanjut dalam tatanan new normal” Pungkas Airlangga Hartarto.