Pemerintah Siapkan Tahap Pertama Pembangunan Food Estate

Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan pembangunan Food Estate sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Wilayah yang akan dijadikan lokasi Food Estate adalah Kalimantan Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Kalimantan Tengah memiliki potensi untuk dibangun kawasan food estate. Pemerintah mencanangkan 30.000 hektar untuk pembangunan food estate di tahap awal.

“Pemerintah sudah menganggarkan tahap awal sebesar 30.000 hektar di dua kecamatan dengan lokasi Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Serta hal ini diharapkan target pemerintah bisa meningkatkan produktivitas” kata Airlangga Hartarto.

Desa yang menjadi target pembangunan awal adalah Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Desa Belanti Siam dianggap memiliki kriteria yang mampu melawan Covid-19, tidak ada kebakaran hutan dan lahan, serta desa yang memiliki ketahanan pangan.

“Pemerintah sangat mendukung Desa Belanti Siam sebagai Percontohan Desa Pantang Mundur dalam penanganan Covid-19 dan ketahanan pangan” ucap Airlangga Hartarto.

“Pemerintah akan mendorong pertanian di wilayah Kalimantan Tengah ini, khususnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang akan menjadi lumbung padi nasional” lanjut Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sudah mengkaji berkali-kali perihal keadaan kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas dan yakin akan menjadi wilayah yang tepat untuk dijadikan pembangunan tahap pertama food Estate.

“Kita lihat sendiri hamparan padi yang ada, memberikan rasa percaya diri pada Pemerintah bahwa ini Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas adalah pilihan yang tepat” tutur Airlangga Hartarto.

Setelah tahap pertama selesai pemerintah mendorong sekitar 110.000 hektaryang disiapkan di tahun 2022 dan 2023.

“Pemerintah akan terus melakukan rehabilitasi di lokasi lebih dari 600.000 hektar, yang akan menjadi kawasan food estate dan pertanian modern” pungkas Airlangga Hartarto.