Pengamat politik Adi Prayitno memuji kerja keras Airlangga selama menjadi ketum sejak Desember 2017. Ia membandingkan perolehan kursi Golkar di DPR pada sejumlah masa kepemimpinan. Periode Akbar Tanjung mendapat 123 kursi. Periode Aburizal Bakrie mendapat 91 kursi. Sementara di masa kepemimpinan Airlangga, Golkar mendapat 85 kursi.
“Artinya minus 5 atau 6 kursi, tak terlampau lebar dibanding dengan yang sudah-sudah,” kata dia.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai berpeluang besar kembali memimpin partai berlambang pohon beringin. Politikus Golkar Dito Ganinduto menilai Airlangga sukses menaikkan elektabilitas partai.
“Saat Airlangga terpilih, Partai Golkar hanya mendapat 6 persen. Menjelang pemilu bisa mencapai 14 persen,” kata dia dalam diskusi ‘Berebut Kursi Partai Beringin’, di Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.
Dito menilai peningkatan ini cukup baik di kala Golkar banyak mendapat turbulensi. Di antaranya kasus korupsi Setya Novanto dan Idrus Marham serta politik uang pada Pemilu 2019.