Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) bersama Ormas Perempuan Partai Golkar, melakukan evaluasi Pemilu Serentak 17 April 2019 lalu, termasuk peren Ketua Umum Partai Golkar yang dinilai berhasil meningkatkan keterpilhan perempuan di Parlemen.
Ketua Umum KPPG, Hetifah Sjaifudian mengatakan, KPGG meyakini peningkatan partisipasi perempuan dalam politik merupakan suatu upaya untuk memastikan kepentingan perempuan terlindungi.
“Bicara kepentingan perempuan, kita sekaligus bicara kepentingan keluarga serta kepentingan masyarakat di dalamnya,” kata Hetifah melalui siaran persnya, Jakarta, Senin (22/7/2019).
KPPG, kata Hetifah, meyakini di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto Partai Golkar memiliki kebijakan penempatan kader perempuan pada kepengurusan partai minimal 30%. Dan menempatkannya pada posisi yang strategis bagi proses pengambilan kebijakan partai.
“Maka tentu saja KPPG di bawah kepemimpinan Pak Airlangga bisa mendorong melalui Fraksi Partai Golkar memperjuangkan kebijakan-kebijakan pro perempuan, sebagai wujud nyata keberpihakan Partai Golkar dalam pemberdayaan perempuan Indonesia”, lanjut Hetifa
Berikut yang menjadi catatan dari hasil FGD Perempuan Partai Golkar
Salah satu pintu masuk penting dalam peningkatan partisipasi perempuan dalam politik adalah melalui keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai di setiap tingkatannya.
Perempuan Partai Golkar meyakini Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto memiliki kebijakan penempatan kader perempuan pada kepengurusan partai minimal 30% dan menempatkannya pada posisi yang strategis bagi proses pengambilan kebijakan partai.
Saat ini, perempuan harus dilihat bukan saja sebagai tiang keluarga, tapi juga penggerak dalam berbagai sektor kehidupan.
Tapi masih banyak tantangan dan kendala perempuan memaksimalkan kemampuannya tersebut karena kebijakan-kebijakan negara belum maksimal pro perempuan.
Oleh karena itu Perempuan Partai Golkar mendorong Partai Golkar di bawah kepemimpian Ketum Airlangga Hartarto melalui Fraksi Partai Golkar di setiap tingkatannya dapat memperjuangkan kebijakan-kebijakan pro perempuan sebagai wujud nyata keberpihakan Partai Golkar dalam pemberdayaan perempuan Indonesia.
Perempuan Partai Golkar menyepakati perlunya mengkaji ulang sistem Pemilu agar aktivis perempuan partai mendapat kesempatan lebih besar untuk memenangkan kontestasi politik dan berkiprah di parlemen.
Demikian rekomendasi Perempuan Partai Golkar untuk disampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Bapak Ir. Airlangga Hartarto yang kami yakini memiliki komitmen dan kemampuan untuk mewujudkan rekomendasi tersebut.