Pemerintah Upayakan Akselerasi Perekonomian di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah akan menggenjot belanja kementerian dan lembaga (K/L) pada triwulan ketiga 2020. Hal itu dalam rangka membantu pemulihan ekonomi nasional yang pada triwulan kedua kemarin masih mengalami pertumbuhan minus.

Selain belanja barang dan modal, pemerintah akan memberikan stimulan dan subsidi kepada UMKM, korporasi maupun para pekerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, presiden telah menginstruksikan kepada K/L untuk memacu belanjanya masing-masing agar dapat membantu pemulihan perekonomian nasional.

“Bagi sektor yang terdampak cukup dalam misalnya akomodasi serta transportasi laut dan udara, pemerintah akan mendorong kebijakan dan stimulan tersendiri untuk sektor ini. Akan ada skema yang dibahas khusus untuk perhotelan dan restoran, karena spending terbanyaknya dari (konsumen) dalam negeri,” kata Airlangga Hartarto

Dalam program PEN dan kenormalan baru, aktivitas ekonomi mulai bergerak naik, meskipun beberapa indikator masih melemah.

Situasi ini ditunjukkan pada indikator Puchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada Juli 2020. Pada Juni 2020, pertumbuhan penjualan semen, ritel, dan mobil, juga Indeks Keyakinan Konsumen sudah menuju arah positif pula.

Menyoal tenaga kerja, sampai 31 Juli 2020, jumlah total pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang.

“Bagi mereka yang terkena PHK dan sudah tercatat di Kemenaker, maka sudah ditangani dan akan difasilitasi salah satunya dalam Kartu Prakerja, yang pada batch ke-4 akan menerima 800 ribu pendaftar. Sedangkan, untuk subsidi 600 ribu itu akan diberikan kepada yang masih bekerja (yang tercatat di BP Jamsostek),” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa hampir semua institusi ekonomi internasional, termasuk lembaga rating, memprediksi ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif ke depannya.

Jadi, kami perlu dukungan dari pengusaha, termasuk anggota Apindo, untuk menjaga supply and demand side di perekonomian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *