
JAKARTA – Bergabungnya Rhoma Irama ke Partai Golkar kembali menyedot perhatian publik. Partai Golkar dinilai sebagai institusi politik yang paling modern, demokratis dan akomodatif saat ini.
Masuknya Rhoma ke Partai Golkar ini ditanggapi positif oleh pengamat politik Fajar Arif Budiman. Direktur Eksekutif Poldata Indonesia ini menilai, ada dua faktor yang mempengaruhi tokoh budayawan berpengaruh Rhoma Irama kembali ke partai berlambang pohon beringin ini.
Pertama, sebagai tokoh seni, tokoh agama, selebritis, dan tentunya pemimpin politik yang telah mengalami dinamika sosial dari masa ke masa, Rhoma Irama memahami bahwa Partai Golkar semakin modern, demokratis dan terbuka. Bahkan menurut Fajar, Partai Golkar saat ini bisa dianggap sebagai institusi politik yang paling efisien dalam menjalankan kerja dan komunikasi politik, mengelola konflik internal, serta regenerasi dari pusat sampai daerah.
“Kembalinya Bang Rhoma setelah berpetualang dalam politik, termasuk mendirikan partai politik Idaman, bagi saya merupakan keputusan yang rasional, mengingat kesempatan Bang Rhoma berkiprah kembali dalam politik formal menjadi lebih terbuka kembali melalui Partai Golkar”, ujar pakar politik dan kebijakan publik alumni Universitas Padjajaran ini, Rabu (27/4).
Menurut Fajar, terdapat faktor kedua, yakni peran Airlangga sebagai ketua umum yang berhasil mengeluarkan Partai Golkar dari krisis internal sekaligus secara perlahan namun pasti bangkit kembali baik dari segi peran politik maupun peran teknokratik Partai Golkar di pemerintahan hari ini. Kepemimpinan, kinerja dan model komunikasi politik Airlangga adalah kunci sosok seperti Bang Rhoma akan bergabung ke Partai Golkar.
“Harus diakui penggemar dan simpatisan Bang Haji Rhoma Irama sangat banyak dan lintas generasi. Bergabungnya beliau memberikan dampak bagi Partai Golkar. Ini langkah strategis Airlangga, sekaligus menurut saya akan lebih banyak tokoh publik dan bahkan anak-anak muda bersemangat masuk politik melalui Partai Golkar,” ujar Fajar.
Kembali ke Partai Golkar
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan kegembiraannya atas kembalinya Rhoma Irama ke pangkuan Partai Golkar.
“Senior kita, Kiai Haji Rhoma Irama, adalah kader Golkar. Sempat hijrah ke sana ke mari sebelum akhirnya kembali ke Partai Golkar,” ujar Airlangga saat memberikan sambutan pada Buka Puasa Bersama PPK Kosgoro 57, Senin (25/4).
Seperti diketahui sebelumnya, Rhoma Irama menjabat sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Mahkamah DPP Partai Islam Damai Aman (Idaman).
Jika ditelusuri, jejak politik Rhoma Irama sudah cukup lama. Sebagai seorang penyanyi dangdut ternama, Rhoma Irama menjadi incaran partai politik untuk diminta bergabung. Rhoma pernah menjatuhkan pilihan pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1977. Saat itu membuat perolehan suara PPP di Pemilu 1977 naik signifikan.***