Airlangga Hartarto: Nilai Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN

Dalam kondisi pandemi Covid-19 pemerintah terus memberikan dukungan kepada UMKM. Khususnya dengan mendorong pelaku UMKM masuk ke ranah digital. Nilai ekonomi digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir pada 2020 sebesar US$ 40 miliar.

Angka ini meningkat pesat di tahun 2021 dan diperkirakan akan terus meningkat. Dengan kondisi Covid-19 terjadi transformasi digital, nilai ekonomi digital tahun 2021 US$ 70 miliar.

“Di tahun 2025 bisa mencapai US$ 146 miliar hanya di Indonesia 40% dari ASEAN US$ 363 miliar. Kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di ASEAN,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kuliah Umum: Daya Dorong Ekosistem Digital dan Demokratisasi Ekonomi Indonesia pada Selasa (8/3/2022).

Potensi ekonomi digital tidak terlepas dari jumlah penduduk Indonesia yang besar. Jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan alat-alat elektronik mencapai 212 juta. Potensi usaha produktif sebanyak 191,08 juta orang. Generasi Z memiliki peran terbesar yaitu 75,49 juta orang (27,94%) diikuti oleh generasi Y/milenial 69,90 juta (25,87%). Pengguna internet pada Maret 2021 mencapai 212,35 juta pengguna atau dengan penetrasi 76,8%.

Dia mengatakan ada lima sektor ekonomi digital yang tumbuh. Pertama yaitu lokapasar (e-commerce) mendorong digitalisasi di retail UMKM, logistik, dan fintech pembayaran. Kedua yaitu teknologi finansial yang mendorong digitalisasi pelaku UMKM. Ketiga yaitu edutech, diikuti oleh yaitu healthtech yang mendorong digitalisasi pada kegiatan jasa kesehatan, logistik, dan kimia Terakhir yaitu perkembangan pada media daring.

“Healthech di awal covid penggunanya masih sekitar 2 juta ini meningkat 20 kali di tahun 2021,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, UMKM perlu didorong agar mampu menjadi smart society, khususnya agar bisa beradaptasi dengan second wave disruption. Dimana dalam disrupsi tersebut digitalisasi masuk ke semua sektor meliputi agriculture dan food culture (digital farm vs local farm); Health tech (consul.digital); Edutech (e-learning); Interactive experience and games (media hiburan digital, data collecting); dan Digital banking and fintech (peer to peer lending, equity crowdfunding).

“Pemerintah terus mendukung UMKM sebagai bagian dari ekonomi digital. Oleh karena itu pemerintah terus mendorong agar UMKM bisa bertransformasi,” jelas Airlangga.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *