PPKM Mikro dan Vaksin Covid-19 Berdampak Positif Tangani Covid

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama 10 pekan di Indonesia, telah menunjukkan pengaruh positif.

Ditambah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang sudah tersalurkan ke 10 juta orang penerima, kasus aktif nasional pun turun.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kecepatan harian dari tenaga vaksinasi di Indonesia sudah mendekati 500.000 penyuntikan per hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pelaksanaan dan progam vaksinasi menjadi kunci pengendalian Covid-19 di Indonesia.

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” kata Airlangga Hartarto, pekan lalu.

Penurunan kasus aktif nasional antara lain terdiri atas jumlah akumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.482.559 orang, positivity rate harian nasional 11,49 persen, kasus aktif nasional 8,45 persen (kasus aktif dunia dunia 17,06 persen), per 25 Maret 2021 lalu.

Selanjutnya, case fatality rate (CFR) nasional 2,70 persen (CFR dunia 2,20 persen), serta recovery rate (RR) nasional 88,85 persen (RR dunia 80,74 persen).

Kemudian, pada perpanjangan PPKM Mikro periode 23 Maret hingga April 2021 diperluas hingga Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan menambah panjang dan luas PPKM Mikro, karena dampak positif ini.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa kriterianya akan diperketat lagi. Selain itu, PPKM Mikro akan terus ditambahkan kewilayahannya, maka setelah 5 April akan ditambahkan lima provinsi lagi berdasarkan data-data yang ada,” ujar Airlangga, yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.

Targetnya, 15 juta dosis vaksinasi Covid-19 per bulannya, kecepatan penyuntikan dapat disesuaikan.

Sampai akhir Juni 2021 akan tercapai sebanyak 77.193.705 suntikan vaksinasi Covid-19. Sementara, total suplai vaksin sampai Juni 2021 diproyeksikan sebesar 92.734.971 dosis.

Untuk vaksin gotong royong, Sinopharm, diharapkan dapat mulai digunakan pada April 2021 dan akan segera diundangkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Vaksinasi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *