Kebijakan Indonesia Di Klaim Efektif Untuk Menyeimbangkan Kesehatan Dan Ekonomi Di Masa Pandemi

Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid–19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengklaim, Indonesia tercatat sebagai negara yang mampu menangani pandemi Covid–19 secara berimbang dengan kontraksi ekonomi yang menjadi dampaknya.

Bahkan, Indonesia termasuk dalam lima besar jajaran negara yang mampu secara seimbang mengatasi dua persoalan itu.

“Indonesia ini kontraksi ekonomi relatif lebih rendah dibanding negara lain. Kita termasuk top lima negara yang bisa menangani secara berimbang antara Covid–19 maupun penurunan kontraksi ekonomi,” ujar Airlangga Hartarto.

Hal ini, salah satunya dipengaruhi angka kematian akibat Covid–19 di Indonesia dengan case fatality rate di bawah empat persen.

Airlangga berharap, nantinya pertumbuhan ekonomi minimal berada di angka nol atau netral.

Airlangga menambahkan, fokus pemerintah ke depan adalah pengadaan vaksin Covid–19 untuk kebutuhan dalam negeri.

Ada 215 negara yang sedang mengejar pemenuhan kebutuhan vaksin untuk negara–negara masing–masing.

Oleh karena itu, Indonesia sudah mengamankan pengadaan vaksin Covid–19 sejumlah 60 juta dosis untuk dual dose.

“Kemudian, juga fokus kepada pemulihan ekonomi dalam bentuk menggelontorkan sektor UMKM sudah hampir 100 persen pemulihan untuk dananya. Kemudian sektor korporasi juga didorong,” tambah Airlangga Hartarto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *