Pandemi Covid-19 Harus dihadapi Bersama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia yang sedang dilanda pandemi corona atau Covid-19 adalah cobaan sekaligus tantangan semua pihak.

Airlangga Hartarto mengakui tantangan atau cobaan ini hendaknya bisa menjadi peluang jika melihatnya dengan penuh ketelitian.

“Rasanya penuh tantangan karena memang ini adalah cobaan 100 tahunan. Ini kesempatan sekaligus cobaan dan tantangan bagaimana kita me-restart semua,” ujar Airlangga Hartarto.

Menurutnya, istilah restart dalam ekonomi ini seperti halnya di dalam mesin komputer saat terjadi hang atau mendadak tidak berjalan optimal.

“Istilah komputer dari hang jadi restart dan reboot. Ini persis seperti kita sekarang,” kata Airlangga Hartarto.

Sementara itu Airlangga Hartarto menyatakan, ekonomi Indonesia masih tercatat minus 1 digit atau 5,32 persen pada kuartal II 2020, karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar mengatakan, minus 1 digit itu karena pemerintah memilih PSBB ketimbang lockdown.

Sementara, jika pemerintah memilih lockdown saat April maka semua kegiatan ekonomi akan berhenti.

“Ekonomi adalah barang dan perdagangan. Pada saat tidak ada barang dan perdagangan sudah pasti berhenti,” katanya.

Menurutnya, pemerintah berada dalam jalur benar saat melakukan PSBB selain karena bersifat regional atau tidak dipukul rata, juga masih membuka kawasan industri dengan menjalankan protokol agar aman.

Selain itu, Indonesia memiliki pasar domestik besar, sehingga tidak berdampak signifikan jika terjadi gangguan ekonomi di global.

Beda halnya dengan ekonomi negara tetangga yaitu Singapura jatuh dalam hingga dua digit atau 12 persen dan berujung resesi.

Jadi, begitu ekonomi global sedang berhenti, Indonesia masih punya daya tahan dari sisi domestik ditambah beberapa sektor pengungkit.

Sektor pengungkit yakni pertanian karena dalam situasi apapun kebutuhan untuk pangan tetap ada, sehingga dengan demikian sektor pangan masih aman.

“Kemudian, sektor digital, dengan adanya pandemi maka semua terpaksa work from home dan terpaksa menggunakan aplikasi digital, sehingga sektor infokom positif,” pungkas Airlangga Hartarto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *