Indonesia Dapat Bertahan dari Dampak Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan, Indonesia bertekad bertahan dalam badai efek pandemi saat ini.

Indonesia telah mengambil langkah dan membuat program yang dikelompokkan dalam tiga kelompok.

Pertama, Indonesia aman dan sehat dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat. Kedua Indonesia berdaya dan bekerja, demi menumbuhkan daya beli dan lapangan pekerjaan. Ketiga, Indonesia bertumbuh dan bertransformasi.

“Kita justru harus memanfaatkan peluang dari pandemi ini,” ujar Airlangga Hartarto.

Terkait implementasi penanganan COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga menyatakan perlu upaya akselerasi. Hal ini demi mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya akselerasi akan mendorong daya beli masyarakat dan kinerja dunia usaha selama masa pandemi.

Upaya akselerasi ini, ujarnya, telah dilakukan. Antara lain dalam bentuk restrukturisasi dan penjaminan kredit modal kerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta korporasi padat karya.

“Seperti penempatan dana pemerintah di bank umum mitra dan BPD (Bank Pembangunan Daerah -red). Untuk selanjutnya kredit dikucurkan kepada sektor ril, UMKM dan dunia usaha,” kata Airlangga Hartarto

Sementara itu, perluasan penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi padat karya akan membantu memenuhi kebutuhan korporasi padat karya atas tambahan kredit modal kerja. Agar dapat kembali melakukan aktifitas secara maksimal selama masa pandemi.

Lebih lanjut Airlangga menegaskan, pemerintah juga terus memberikan dukungan tambahan kepada UMKM melalui kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) khusus selama masa pandemi.

“Lima tambahan subsidi bunga atau margin KUR, penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR, telah diberikan kepada penerima KUR” pungkas Airlangga Hartarto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *