Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan utama pemerintah dalam bidang perekonomian adalah melanjutkan stimulus fiskal 2020 dan 2021.
Kebijakan ini dibuat untuk membantu masyarakat Indonesia yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19.
“Stimulus fiskal akan diberikan di setiap tataran kementerian yang membutuhkan, baik di tataran kementerian atau lembaga ataupun pemerintah daerah,” kata Airlangga Hartarto.
Hingga akhir 2020, Airlangga memastikan, pemerintah akan terus memonitor stimulus fiskal yang sudah ada.
Airlangga Hartarto sendiri dipercaya sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19. dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Selain kebijakan tersebut, Airlangga Hartarto juga menyampaikan prioritas pemerintah diarahkan pada sektor-sektor yang memberi dampak multiplier tinggi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan.
Hal ini agar bisa tetap memunculkan lapangan pekerjaan ditengah krisis akibat pandemi Covid-19.
“Kita juga menyiapkan percepatan realisasi program PEN baik untuk UMKM maupun untuk sektor korporasi,” ujar Airlangga Hartarto.
Pemerintah akan terus mendorong program restrukturisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi.
Selain dengan berbagai kebijakan ekonomi, Airlangga menyampaikan, kebijakan kesehatan dengan memenuhi keperluan di bidang kesehatan juga penting.
“Pemerintah menetapkan belanja kesehatan tetap menjadi prioritas, karena kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia merupakan hal penting” pungkas Airlangga Hartarto.