Pemerintah bakal memberikan stimulus kepada perbankan untuk menangkal virus korona. Salah satunya dengan cara menaikan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan platform kredit sebesar Rp190 triliun.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, subsidi KUR ini sebagai upaya untuk mencegah dampak virus korona pada perbankan. Meskipun sebelumnya, Bank Indonesia juga sudah memberikan relaksasi dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%.
“Ini langkah penguatan apa yang bisa dilakukan ke depan tadi disampaikan dari pemerintah menaikkan subsidi bunga KUR dan platfom kredit 190 Triliiun,” ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Pihaknya akan segara menerbitkan stimulus fiskal lainnya demi menangkis dampak serangan wabah Covid-19. Adapun stimulus fiskal atau insentif yang diterbitkan pemerintah untuk sektor pariwisata dan kemudahan ekspor-impor.
Untuk stimulus pariwisata pemerintah menyiapkan anggaran Rp10,3 triliun. Anggaran ini diperuntukkan untuk insentif penerbangan, hotel dan juga Influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.
“Pada dasarnya mendengar masukan dari stakeholder CEO perbankan, dan juga menyampaikan terkait prioritas pemerintah dengan stimulus paket pertama dan kedua tentu kebijakan yang diambil BI dan OJK dengan harapan tentu transmisi daripada penurunan suku bunga dari BI bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Untuk paket stimulus kedua, pemerintah akan mempermudah izin ekspor impor. Dalam paket kedua juga nantinya pemerintah akan mendengarkan masukan-masukan dari perbankan untuk mengetahui apa saja stimulus yang akan dimasukan.
“Pemerintah sendiri akan melakukan paket kedua terkait kemudahan ekspor dan impor, sekaligus mendengar dari perbankan bagaimana situasi kredit dan juga terkait dana dana yang masuk ke perbankan, dan langkah-langkah penguatan apa yang bisa dilakukan ke depan,” kata Airlangga.