Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memanggil para menteri dan sejumlah pejabat terkait untuk perkembangan dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Airlangga mengundang sejumlah menteri di antaranya Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Kepala BKPM, Kepala BPS, hingga Kepala BPOM.
Rapat antara lain membahas dampak virus corona terhadap impor barang dan pariwisata dari Tiongkok. Dipimpin langsung oleh Menko Airlangga, rapat dimulai pada Senin petang, 3/2/30 sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam rapat itu, Menteri Keuangan, Menteri Parekraf dan Kepala BPS diminta menyiapkan data terkait impor barang dan pariwisata. Pada siang hari sebelumnya Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan wabah virus corona berpotensi memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Penurunan jumlah wisatawan ini bisa menjadi batu sandungan bagi sektor pariwisata di Tanah Air.
Harap maklum, menurut data BPS, jumlah kunjungan wisman dari China sepanjang tahun 2019 mencapai 12 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun lalu. Sepanjang 2019, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 16,1 juta kunjungan.
Sedangkan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, mewabahnya virus corona memang akan memberi dampak pada ekonomi dan realisasi investasi di Indonesia. “Kalau sampai di atas dua bulan (berlanjut) pasti ada dampaknya dan ini harus dikaji dan sekarang kami sedang hitung sekarang dampaknya,” tandas dia.
Airlangga sendiri melihat wabah virus corona menjadi faktor ketidakpastian baru. “Ada persoalan ketidakpastian baru, yaitu virus corona. Datangnya begitu mendadak bakan China juga langsung menghentikan kegiatannya, apalagi di Wuhan. Top market di China sudah drop 9 persen,” kata Airlangga dalam Seminar Nasional “Memangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian” di Wisma Antara, Senin, 3/2/20.
Dia mengatakan sejak virus tersebut merebak, permintaan minyak dari China juga turun 20 persen. Menurutnya, penurunan tersebut cukup berdampak mengingat pasar China menjadi yang paling besar. Menurutnya, pemerintah akan melakukan peninjauan kembali terkait dampak virus tersebut selain di pariwisata yang sudah pasti terdampak.
Kita tunggu saja bagaimana proyeksi pemerintah mengenai dampak wabah itu. Tentu saja langkah antisipasinya juga.