Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan sektor garmen dan alas kaki untuk menyerap ratusan tenaga kerja disabilitas. Perusahaan tersebut tersebar di wilayah Jateng, DIY, Jatim.
“Kita sudah memetakan sebanyak 268 penyandang disabilitas peserta diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja) nantinya akan ditempatkan di perusahaan garmen dan alas kaki,” ujar Menperin Airlangga Hartarto saat berkunjung di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (31/1).
Sektor industri kecil dan alas kaki selama ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Kontribusi tersebut melalui penerimaan devisa dari ekspor maupun dari penyerapan tenaga kerja yang jumlahnya cukup besar.
“Industri tekstil ini merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya dalam memasuki era 4.0. Kita maksimalkan sektor ini dengan melibatkan disabilitas,” kata dia.
Penyandang disabilitas yang mengikuti diklat, lanjut Airlangga, akan mendapatkan sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kemudian, para peserta Diklat ini juga akan ditempatkan di 11 perusahaan yang bergerak di sektor industri garmen dan alas kaki.
“Ada 103 disabilitas mengikuti diklat di BDI (Balai Diklat Industri) Yogjakarta. Mereka nantinya ditempatkan bekerja di PT Wangta Agung, Surabaya; PT Eco Indonesia, Sidoarjo; PT Dwi Prisma Sentosa, Ngawi; PT Pradipta Perkasa Makmur, Jombang; dan UD Teratai, Tuban,” papar Ketua Umum Partai Golkar ini
Selain itu, sebanyak 165 peserta di BDI Surabaya dan Akademi Komunitas Industri TPT akan ditempatkan di PT Laps, Boyolali; PT Sri Rejeki Isman, Sukoharjo; PT Cahaya Global Apparel, Boyolali; PT Globalindo Intimates, Klaten; PT Juni Safaritex, Boyolali; dan PT Jaya Perkasa Textile Sukoharjo.
“Ini bentuk kehadiran negara untuk mencarikan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Kita akan menambah perusahaan agar mau menampung tanaga kerja disabilitas” kata dia.