Pemerintah mendukung bangkitnya kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal karena akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang tertekan akibat pandemi Covid-19.
Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sektor UMKM diyakini menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional, karena ketangguhannya sudah teruji di masa-masa krisis.
Untuk itu, pemerintah memberikan perhatian ekstra untuk mendukung kebangkitan sektor UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkait dampak pandemi Covid-19. Dukungan yang sama juga diharapkan dari pemerintah daerah (Pemda) dan kalangan perbankan.
“Dalam rangka pemulihan ekonomi,Indonesia membutuhkan dunia usaha,terutama UMKM local untuk segera bangkit” kata Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penananganan Covid-19 dan PEN menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp18,13 miliar yang diberikan kepada 136 debitur.
Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah percaya bahwa mendorong kebangkitan UMKM lokal merupakan langkah yang tepat dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, karena memiliki peran besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Dia memaparkan, dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor UMKM mempekerjakan sekitar 116,9 juta orang sehingga pada 2018 mampu menyerap 97% tenaga kerja nasional. Dari sisi jumlah pelaku usaha, pada tahun yang sama, UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB.
Hal itu, lanjut Airlangga Hartarto, mencerminkan bahwa UMKM berperan besar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi, sehingga diperlukan dukungan semua pihak agar UMKM dapat menggerakan sektor perekonomian dan Indonesia tidak mengalami perlambatan ekonomi pada triwulan III dan IV 2020.
Airlangga mengungkapkan, demi mempercepat pemulihan ekonomi diperlukan dorongan dari seluruh pihak termasuk pemerintah daerah, lembaga penyalur KUR, penjamin KUR hingga partisipasi aktif UMKM lokal.
Terkait dengan penyaluran KUR sebesar Rp 18,13 miliar kepada 136 debitur UMKM di Provinsi Bali, Airlangga mengatakan, hal itu dilakukan secara langsung di beberapa lokasi kantor lembaga penyalur KUR, antara lain Bank BRI, BNI,Bank Mandiri, Bank BTN, BPD Bali, BCA, Bank Mandiri Taspen, Bank Bukopin, Bank Sinarmas, BRI Syariah, dan KSP Guna Prima Dana. Selain itu, lembaga penjamin KUR seperti PT Askrindo danPT Jamkrindo juga turut berpartisipasi dalam ke giatanini.
Hingga 31 Juli 2020, perkembangan kinerja penyaluran KUR di Provinsi Bali terealisasi sebesar Rp 2,99 triliun dan diberikan kepada 60.390 debitur. Sementara total outstanding sebesar Rp 7,29 triliun diberikan kepada 559.866 debitur dengan Non Performing Loan (NPL) terjaga pada level yang rendah, yakni 0,52%.
Adapun realisasi penyaluran KUR secara keseluruhan hingga 31Juli 2020 sebesar Rp 89,2 triliun diberikan kepada 2,67 juta debitur sehingga total outstanding sebesar Rp 167,87 triliun dengan NPL tetap terjaga, yaitu 1,07%.
“Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk memulihkan UMKM pada masa pandemi Covid-19 diantaranya melalui program PEN dengan alokasi anggaran untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun dari total biaya penanganan Covid-19 Rp 695,20triliun,” pungkas Airlangga Hartarto.