Ekonomi Indonesia Relatif Lebih Baik dari Negara Lain

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus. Sebelumnya, ekonomi Indonesia tumbuh positif 2,97 persen pada kuartal I 2020.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, ekonomi mengalami penurunan tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Seluruh negara dunia juga mengalami kontraksi ekonomi, bahkan lebih dalam ketimbang Indonesia.

“Jadi, Indonesia masih relatif tidak sedalam negara yang lain. Akan tetapi kita berharap ada efek perbaikan daripada perekonomian global, baik itu melalui China maupun negara lain yang recover terlebih dahulu,” kata Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menjelaskan, negara-negara seperti Amerika Serikat, kontraksi ekonomi bisa mencapai minus 9,5 persen. Lalu Jerman hingga Prancis masing-masing mengalami kontraksi 11,7 persen dan minus 19,0 persen pada kuartal II 2020.

“Apabila kita bandingkan negara lain, misalnya, Indonesia di kuartal I 2020 masih positif 2,97 persen dan di kuartal II 2020 minus 5,32 persen dan AS sendiri minus 9,5 persen,” tutur Airlangga Hartarto.

“Hal itu mengingat berdasarkan survei bulan April-Juni adalah puncak dari pada pandemi Covid-19,” lanjut Airlangga Hartarto.

Kini pemerintah siap melakukan rebound di kuartal III dan Kuartal IV 2020. Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan produktif serta menerapkan protokol kesehatan.

“Kita yakin ekonomi bisa kembali pulih, sehingga pada kuartal III 2020 terjadi rebound” pungkas Airlangga Hartarto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *