Penurunan Bunga Dongkrak Penyaluran KUR di Papua

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat yakin penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah itu pada 2020 lebih optimal. Peningkatan penyaluran KUR ini ditopang oleh kebijakan pemerintah menurunkan suku bunga, dari 7% menjadi 6%.

Selain itu, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih diyakini merangsang UMKM untuk mendapatkan kredit murah tersebut. Gelaran tersebut diyakini mendorong geliat aktivitas UMKM.

“PON akan menggeliatkan UMKMĀ di mana para pelakunya adalah sasaran penyaluran KUR,” kata Kepala Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat Adolf Simanjuntak di Jayapura, Senin (20/01), dilansir dariĀ Antara.

Namun, ia menilai, hal ini juga tergantung pemerintah daerah yang memiliki data untuk menentukan mana saja pelaku UMKM yang pantas mengakses KUR.

Realisasi KUR penyaluran KUR di Papua meningkat. Dari Rp940 miliar pada 2018 menjadi Rp1,01 triliun pada 2019 atau tumbuh 8,4%.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan keputusan pemerintah untuk memangkas besaran bunga KUR merupakan salah satu langkah untuk mempercepat pengembangan UMKM.

Selain memangkas besaran bunga, pemerintah juga meningkatkan total plafon KUR, dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun pada 2020. Jumlahnya akan terus meningkat menjadi RP325 triliun pada 2024.

Besaran kredit tiap debitur KUR mikro pun bertambah. dari Rp25 juta menjadi dua kali lipatnya. Perubahan juga terjadi pada total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan yang semula sebesar Rp100 juta berubah menjadi Rp200 juta. Sedangkan untuk KUR Mikro sektor produksi, tidak dibatasi.

Sejak Agustus 2015, akumulasi penyaluran KUR sampai dengan 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun, dengan outstanding Rp158,1 triliun. Total debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 30 September 2019 sebanyak 18 juta debitur dengan 12 Juta NIK yang tidak berulang.

Tingkat kredit pun terjaga, dengan NPL sebesar 1,23%.

Di sisi lain, lanjut Adolf, penurunan suku bunga KUR harus diwaspadai oleh bank perkreditan rakyat (BPR). Masyarakat yang tadinya menjadi pangsa pasar BPR bisa beralih ke KUR.

“Bila BPR tidak menawarkan produk kredit yang menarik, sangat mungkin para debiturnya akan beralih ke KUR,” ujar Adolf.

Hingga kini, ada lima bank di Papua yang menyalurkan KUR, yaitu Bank Papua, BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *