Hari ini hingga Jumat (6/12) Partai Golkar menggelar Munas untuk memilih ketua umum. Ada delapan calon ketum yang bakal memperebutkan posisi ketum partai berlambang beringin itu, termasuk petahana Airlangga Hartarto.
Pengamat politik Universitas Brawijaya Hasan Ubaid menyatakan pentingnya menjaga kehadiran kepemimpinan yang bersih, demokratis dan berkomitmen untuk partai sebesar Golkar.
Tanpa bermaksud mengecilkan keberadaan sosok-sosok calon ketua umum yang lain, Hasan menilai secara realistis belum ada yang dapat menandingi sosok Airlangga untuk kembali memimpin Partai Golkar lima tahun ke depan.
“Saya kira yang paling memenuhi indikator untuk menjadi Ketum Partai Golkar masih Airlangga Hartarto. Mampu membangun harmoni politik secara internal partai, merekatkan faksi-faksi politik, sekaligus menjadi jembatan dengan kekuatan politik lain di luar Golkar,” katanya, Selasa (3/12).
Airlangga juga dapat menjadi tandem yang tepat bagi Presiden Jokowi yang kemudian memberi jalan untuk sebuah kebangkitan partai politik ini saat menghadapi pemilu 2019 kemarin.
Dianggap Tepat Pimpin Kembali
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara Faisal Mahrawa menilai Airlangga Hartarto merupakan sosok yang paling tepat untuk kembali memimpin partai tersebut lima tahun ke depan.
“Dari banyak kandidat yang muncul, banyak yang memenuhi syarat, tetapi kriteria yang penting adalah sosok tersebut harus orang yang bisa dipercaya, terbukti dapat melakukan konsolidasi khususnya dengan pemerintah saat ini maupun dengan internal partai, memiliki loyalitas politik. Menurut saya hal itu ada di sosok Airlangga Hartarto,” ujar Faisal.
Faisal menambahkan, Airlangga terbukti berhasil memimpin Golkar di masa-masa krisis serta melahirkan sebuah semangat dan citra politik baru di partai tersebut.
“Di bawah kepemimpinannya Airlangga cukup berprestasi dalam pemilu 2019 di mana Partai Golkar ikut memenangkan capres yang diusungnya dalam pilpres dan memperoleh kursi terbanyak kedua di DPR RI,” katanya