Kawasan Industri Hilirisasi PTBA Muaraenim Serap Investasi 1,2 Miliar USD dan 1.400 Lapangan Kerja

Tiga menteri canangkan Industri Hilirisasi Batubara PT Bukit Asam Tbk di kawasan Proyek PLTU Sumsel 8 di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim, Minggu, (3/3/2019).

Pencanangan industri hilirisasi batubara tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Hadir pula dalam kesempatan itu Jajaran Direksi dan komisaris PTBA, Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani, Wabup, H Juarsah dan Dirut PT Inalum, Dirut PT Pertamina, Dirut PT Pupuk Sriwijaya, dan tamu undangan lainnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan 2022, Kawasan Industri Hilirisasi PTBA di Desa Tanjung Lalang Kabupaten Muaraenim sudah dapat berdiri dan dilakukan investasi.

Hal ini dikatakan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Minggu (3/3/2019) saat menghadiri pencanangan Industri Hilirisasi PTBA Tanjung Enim di desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung.

“Investasi Industri ini direncanakan sebesar 1,2 Miliar USD, dan bisa menciptakan sebanyak 1.400 lapangan kerja,” katanya.

Ia juga mengatakan Industri inilah yang diperlukan hari ini, karena industri ini merupakan subtitusi import untuk memperkuat cadangan devisa.

“Maka industri yang berdiri di cluster muaraenim ini tentunya dibangun secara bersama-sama dengan kolaborasi antara perusahaan BUMN dan Swasta, tentu diharapakan dapat menjadi kawasan industri baru yang menurut rencana akan di bangun dengan lahan seluas 300 hektar,” jelasnya.

Dikatakan Airlangga,untuk industri pioneer ini, sebetulnya pemerintah sudah memberikan text holiday yang bisa dinikmati.

“Dan nanti kami akan usahakan ini akan menjadi kawasan ekonomi khusus dan dengan demikian semua kebijakan akan ditumpahkan di Muaraenim sehingga nanti 100 tahun batubara di Muaraenim bukan hanya digali saja namun juga mempunyai nilai tambah,” katanya.

Untuk itu lanjutnya dalam rangka mewujudkan kawasan industri di desa Tanjung Lalang tersebut pihaknya akan melakukan pengawalan.

“Kami harap 2022 investasi di kawasan industri ini sudah berjalan, dan karena ini industri pioneer maka tekx holiday dapat dinikmati karena sudah di buatkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan kawasan ini akan kami dorong mendapat fasilitas sebagai kawasan ekonomi khusus,”pungkasnya.

Dirut PTBA, Arvian Arifin dalam sambutannya mengatakan, pencanangan pabrik hilirisasi batubara ini merupakan kelanjutan dari Head of Agreement Hilirisasi Batubara yang telah ditandatangani oleh PTBA, Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemicals pada 8 Desember 2017 lalu di Jakarta.

“Melalui teknologi gasifikasi, batubara kalori rendah akan diubah menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. Teknologi ini akan mengonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether(DME)sebagai substitusi LPG, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku plastik, “jelasnya.

Ia juga mengatakan dengan ini tentu akan menciptakan nilai tambah, mentransformasi batubara menjadi ke arah hilir dengan teknologi gasifikasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara.

“Nantinya, di kawasan Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ) akan dibangun empat komplek pabrik untuk mendukung proyek hilirisasi meliputi komplek pabrik coal to syngas, komplek pabrik syngas to urea, komplek pabrik syngas to DME, dan komplek pabrik syngas to polypropylene, “katanya.

Ia juga mengatakan Pabrik gasifikasi batubara ini direncanakan mulai beroperasi
pada November 2022 dan diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun, dan 450 ribu ton polypropylene per tahun.

“Dengan target kebutuhan tersebut, diperkirakan membutuhkan batubara sebagai bahan baku sebanyak 5,2 juta ton per tahun, dan untuk kebutuhan listrik 1 juta ton sehingga total batubara sebesar 6,2 juta ton per tahun dialokasikan untuk proyek ini, “jelasnya.

Pantauan dilapangan dalam kegiatan pencanangan tersebut PTBA melalui CSR juga memberikan bantuan berupa program elektrifikasi untuk 583 keluarga tidak mampu atau yang belum memiliki listrik di kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, dan Muara Enim.

Bantuan program BPJS untuk 8.000 keluarga yang berada di kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, dan Muara Enim.

Kemudian bantuan berupa beasiswa pendidikan Ayo Sekolah untuk 5.000 siswa tingkat SD dan SMP, serta Beasiswa Pendidikan Siswa Sekitar Bukit Asam (Bidiksiba) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D3 dan S1 bagi 25 orang.

Bantuan untuk pembangunan SD dan SMP Bukit Asam dan pembangunan Panti Asuhan Al Barokah serta bantuan berupa mobil pemadam kebakaran dan mobil rescue kepada Pemkab Muara Enim.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *