Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah
menetapkan kebijakan pembangunan dengan tema produktivitas untuk transformasi ekonomi yang
inklusif dan berkelanjutan pada 2023.
Kebijakan pembangunan tersebut meliputi penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas
sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, serta program Kartu Prakerja yang
merupakan salah satu andalan, katanya saat membuka acara bertajuk “Momentum Konsolidasi
Ekonomi & Politik” yang dipantau di Jakarta, Kamis, (15/12).
Dia menyampaikan penanggulangan pengangguran dengan peningkatan decent job akan
mendorong pemulihan dunia usaha, terutama UMKM sebagai pilar perekonomian Indonesia, serta
mendorong revitalisasi industri, dan penguatan riset terapan.
Selain itu, akan mendorong pembangunan rendah karbon dan transisi energi, percepatan
pembangunan infrastruktur dasar dan sanitasi, serta pembangunan IKN Nusantara.
Airlangga mengatakan, pada 2023 pemerintah akan menindaklanjuti komitmen investasi hasil dari
KTT G20 di Bali, yaitu Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 20 miliar dolar AS untuk
energi bersih di Indonesia dan Asia Zero Emission Community yang berkomitmen menyediakan
dana sebesar 500 juta dolar AS untuk Indonesia.
Selain itu, akan menindaklanjuti Partnership for Global Infrastructure and Investment berupa
pendanaan sebesar 600 miliar dolar AS dari negara-negara G7 dalam bentuk pinjaman dan hibah,
untuk proyek infrastruktur berkelanjutan bagi negara berkembang.
Pada 2023, menurut dia, Indonesia akan mengemban Keketuaan ASEAN dengan tema Asean
Matters, Epicentrum of Growth dengan tujuan memperkuat posisi kawasan yang stabil dan damai,
bisa mendatangkan peluang dan pemasukan, serta meningkatkan kepercayaan dunia
internasional kepada Indonesia.
Dengan fundamental yang kuat ditambah meningkatnya posisi Indonesia di kancah ekonomi
internasional, pihaknya optimistis kebijakan yang dicanangkan dapat mendorong kemajuan yang
signifikan di berbagai sektor perekonomian, serta dapat meredam tantangan global.