Presidensi G20 di Indonesia diharapkan membawa dampak positif bagi kegiatan ekonomi di Indonesia. Meski dunia global kini di tengah peralihan menuju tingkat ekonomi digital yang juga perlu dikejar oleh Indonesia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap dalam perkembangan ke ekonomi digital di indonesia, generasi muda bisa ikut berperan. Misalnya dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan lapangan kerja di sektor digital.
Peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan guna mendorong aktivitas kewirausahaan yang saat ini masih rendah, yakni sekitar 3,47 persen dari total populasi. Kemampuan adaptasi tinggi, kompetitif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter merupakan prasyarat utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini untuk mendirikan usaha sendiri ataupun bekerja di tempat kerja.
“Generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang dalam momentum Presidensi G20 Indonesia, mengingat penyelenggaraan beberapa pertemuannya juga dilakukan di Bali. Selain itu, dengan kemampuan digital yang dimiliki, diharapkan generasi muda tidak hanya berperan sebagai job seeker, namun bisa menjadi job creator,” ujar Menko Airlangga, dikutip Sabtu (18/12/2021).
Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga mengajak para civitas akademika untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi agar momentum pemulihan dapat terjaga di tahun 2022. Efektivitas penanganan pandemi adalah kunci utama bagi perekonomian untuk bangkit dari pandemi.
“Saya juga berharap perguruan tinggi dapat meningkatkan perannya tidak hanya sebagai tempat pembelajaran, namun juga sebagai pengantar bagi mahasiswa ataupun lulusannya yang ingin berwirausaha dan meningkatkan kemampuan digital,” katanya dalam Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati.
Informasi, dalam 15 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia di tahun 2030. Pemanfaatan talenta digital ini juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha dan menjadi peluang bagi generasi muda.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan KUMKM yang menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha.
Selain itu, dukungan juga diberikan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.
Terdapat pula program Kartu Prakerja untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing angkatan kerja serta mengembangkan kewirausahaan. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.