Pemulihan Ekonomi Indonesia Beri Indikator Sinyal Positif

Pemerintah optimistis aktivitas perekonomian Tanah Air akan terus membaik. Hal ini seiring surplus neraca perdagangan pada Agustus 2020 yang sebesar USD2,3 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan surplus neraca perdagangan terjadi dalam empat bulan berturut–turut, imbas surplus nonmigas sebesar USD 2,66 miliar dan defisit migas sebesar USD0,34 miliar.

Secara berlanjut, neraca perdagangan mulai Januari hingga Agustus 2020 mencatatkan surplus sebesar USD 11,05 miliar.

Sejumlah indikator lain yang memperlihatkan sinyal positif dari perbaikan aktivitas ekonomi antara lain Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan ritel, penjualan kendaraan bermotor, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Investasi, dan inflasi inti.

“Kita perlu melihat optimisme dan tren. PMI Manufaktur kita pada saat melakukan PSBB turun drastis ke 27,5. Namun, saat beberapa kegiatan di masyarakat sudah mulai dilaksanakan, PMI kita sudah mulai naik ke angka 50,8. Itu di atas rata–rata, standar PMI adalah 50,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, berdasarkan data dari https://ourworldindata.org/covid–health–economy, mengenai perbandingan antara kinerja ekonomi dengan jumlah kematian covid–19 per satu juta penduduk berbagai negara, memperlihatkan bahwa Indonesia termasuk negara yang dapat menekan jumlah kematian dengan kinerja ekonomi yang relatif lebih baik.

“Dari data itu, terlihat bahwa penanganan di Indonesia ini jika dibandingkan dengan berbagai negara lain relatif berada dalam posisi yang cukup baik. Misalnya jika dibandingkan dengan Jerman, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Belanda,” jelas Airlangga Hartarto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *