Kapasitas kesehatan di Jakarta terancam kolaps akibat lonjakan kasus Covid–19. Bahkan, ruang ICU dan isolasi diprediksi penuh pada 17 September bila PSBB tak diperketat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak sepakat dengan prediksi Pemprov DKI Jakarta. Dia menyebut, daya tampung fasilitas RS di seluruh daerah, termasuk ibu kota, dan pemerintah pusat berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada terutama dalam penanganan Covid–19.
” Jangan bilang sistem kesehatan kita kolaps. Saya tegaskan kita belum kolaps untuk sistem kesehatannya. Jangan sampai mengatakan sistem kesehatan kita tidak mampu,” ujar Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan saat ini ada 67 rumah sakit di Jakarta yang siap melayani pasien positif Covid–19. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas cadangan beberapa tower di RS Darurat Wisma Atlet.
“Ini kita terus melakukan tes PCR. Malah tes PCR kita banyak dibandingkan negara lain. Dari 67 (RS) itu 40 persen pemerintah punya. Kita tahu kapasitas dan kemampuan pemerintah malah kita tambah tower di Wisma Atlet,” tutur Airlangga Hartarto.
Airlangga mengklaim aspek kesehatan selalu menjadi prioritas pemerintah. Upaya meningkatkan kapasitas juga dilakukan lewat peningkatan rasio tempat tidur di RS hingga menanggung seluruh biaya apabila hotel bintang dua atau tiga terpaksa dijadikan ruang isolasi mandiri pasien Covid–19.
“Ini dilakukan di beberapa daerah di luar Jakarta, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Ini yang harus dioptimalkan di Jakarta,” pungkas Airlangga Hartarto.