Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengajukan anggaran untuk tahun 2020 senilai Rp 2,95 triliun ke Komisi VI DPR RI.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI dengan agenda Pembahasan rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA KL) Tahun Anggaran 2020 Kementerian Perindustrian.
Airlangga menjelaskan, pagu indikatif senilai Rp 2,95 triliun ini sudah ditetapkan dalam Surat Bersama Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan pada 29 April 2019.
Meski anggaran disetujui, Airlangga menilai anggaran Rp 2,95 triliun tetap saja mengalami penurunan dari alokasi anggaran 2019 yang sebesar Rp 3,5 triliun.
Oleh karena itu, pihaknya pun khawatir kurangnya anggaran akan menggangu program kerja untuk membangun sumber daya manusia sejalan dengan visi-misi Presiden Joko Widodo di tahun mendatang.
“Kita di sini juga mengusulkan tambahan sesuai dengan apa yang dibahas dalam rapat kabinet yaitu agar SDM kita diutamakan. Sekarang kita sudah mendorong vokasi, tambahannya kita mau tingkatkan lagi, bukan hanya di tingkat SMK tapi masuk ke Politeknik sesuai permintaan presiden. Itu anggaran kita naikkan,” ujarnya.
Airlangga pun meminta tambahan anggaran sebesar Rp 2,88 triliun. Dengan begitu, total anggaran yang diajukan Airlangga untuk tahun depan senilai Rp 5,7 triliun yakni hampir 93 persen dari pagu indikatif.