Teken Sejumlah Kerjasama, Menteri Airlangga Dampingi Presiden Jokowi di Korea Selatan

Indonesia dan Korea Selatan menandatangani 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Seoul hari ini, Senin (10/9/2018).

Penandatanganan itu dilakukan oleh perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara, meliputi kerja sama di bidang energi, otomotif, infrastruktur, mesin, teknologi serta kosmetik.

Adapun penandatangan MoU dilakukan dalam Forum Investasi dan Bisnis yang diselenggarakan oleh lima asosiasi bisnis Korea Selatan dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang turut mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, kerja sama industri antar kedua negara baru terjalin di sektor baja dan petrokimia melalui investasi Lotte Chemical Titan senilai US$ 3,5 miliar di Cilegon, Banten dalam bentuk pabrik naphta crackers dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun serta pembentukan anak usaha patungan PT. Krakatau Steel Tbk. dengan Pohang Iron Steel Company (Posco), yakni PT Krakatau Posco.

“Krakatau Posco akan bekerja sama dengan Nippon Steel untuk membangun pabrik penghasil cold rolling mill, karena end user-nya banyak dari Jepang seperti sektor otomotif. Target tahun 2019 sudah dimulai,” ujar kata Airlangga.

Dirinya menjelaskan, perusahaan ini pun tengah mempercepat pembangunan proyek cluster 10 juta ton baja di Cilegon yang diperkirakan tercapai pada tahun 2025.

Data Kemenperin menunjukkan nilai investasi Korsel terus meningkat sehingga menempati peringkat keempat terbesar di Indonesia saat ini.

Hingga pertengahan tahun ini, nilainya telah mencapai US$ 1,15 miliar, sementara tahun lalu mencapai US$ 2,2 miliar.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia – Korsel sepanjang tahun lalu mengalami surplus sebesar US$ 78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai US$ 16 miliar.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Korsel (KCCI) Park Yong-man berharap forum ini dapat memuluskan jalan bagi perusahaan-perusahaan Korsel untuk berinvestasi dalam proyek-proyek inovatif di Indonesia.

“Peta jalan Making Indonesia 4.0 yang dicetuskan pemerintah Indonesia meliputi rencana yang komprehensif bagi pengembangan industri berteknologi tinggi, mencakup teknologi digital, serta bio and hardware automation. Sebagaimana perusahaan Korea sangat tertarik dan memiliki pengalaman terbaik di bidang ini, saya harap kedua negara dapat meningkatkan kolaborasi di masa depan,” katanya.

Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan Paik Un-gyu menekankan bahwa kedua negara dapat memperluas kerja sama industri ke arah sektor otomotif, mesin, infrastruktur, dan kosmetik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *