20 Organisasi Dukung Airlangga Hartarto Maju Cawapres 2019

Nama Airlangga Hartarto kembali santer terdengar sebagai calon kuat wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Banyak pihak menganggap Ketua Umum Partai Golkar itu cocok dijadikan tandem Jokowi karena figurnya yang bersih dari masalah hukum, baik dari sisi usaha ataupun politik.

Hal ini yang kemudian membuat 20 organisasi pemerhati demokrasi mendorong Airlangga Hartarto menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Adapun organisasi yang tergabung dalam jaringan pendukung tersebut diantaranya Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Front Gerakan Aktivis Seluruh Indonesia (FRAKSI), Eksponen Lintas Aktivis Se-Kawasan Timur Indonesia (EKS KTI), Ormas Amanat Nusantara, Gerakan Pemuda Dan Mahasiswa Amanat Nusantara (GEMAH ANTARA), Perhimpunan Aktivis Seluruh Indonesia (PERSIRA) dan beberapa organisasi lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga mengaku sedang mencari waktu tepat untuk mendeklarasikan dirinya maju di pertarungan Pilpres 2019 atau tidak. Ia justru lebih memilih untuk fokus bekerja sebagai Menteri Perindustrian. Menurut pria yang mempunyai lesung pipi itu, pilpres akan dibahas setelah pilkada.

Kemunculan nama Airlangga Hartarto sebagai calon Wakil Presiden RI bukan tanpa alasan. Track recordnya di dunia politik sudah tak diragukan lagi. Mulai dari menjadi Wakil Bendahara dalam pengurus Partai Golkar periode 2004-2009, kemudian Ketua Komisi VII bidang energi, lingkungan hidup, dan ristek pada tahun 2006-2009 lalu terpilih kembali menjadi anggota dewan periode 2009-2014 untuk daerah pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN hingga sampai pada titik menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Joko Widodo tahun 2016.

Perjalanan panjang Airlangga tersebut membuat dirinya memiliki jaringan politik yang luas. Kepemimpinannya pun banyak mendapatkan pujian, terutama dalam menahkodai Kementerian Perindustrian.

Di kalangan komunitas profesional, kiprah Airlangga sudah banyak mendapatkan apresiasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia memang sosok pendiam yang prestasi. Ide-idenya selalu cemerlang, sekalipun disampaikan dalam mimik muka penuh senyum, seakan becanda.

Dengan kepemimpinan dan nama baik itu, sosok dan figur Airlangga dinilai sangat tepat untuk menjadi Wakil Presiden 2019. Walaupun bukan dipasangkan dengan Jokowi sekalipun, ia akan dapat mengimbangi stimulus kerja sang RI-1 ke depannya.

Belakangan ini, Airlangga dan Jokowi tampak semakin akrab dalam berbagai kesempatan. Dalam beberapa agenda pemerintah, keduanya kerap kali bersamaan untuk mengkampanyekan jargon Revolusi Industri 4.0 yang diyakini akan menjadi jargon kampanye andalan Joko Widodo dalam menyambut Pilpres 2019.

Dan jargon Revolusi Industri 4.0 diyakini bakal menyingkirkan jargon Joko Widodo pada Pilpres 2014 lalu yakni Revolusi Mental yang boleh dibilang kurang begitu sukses diwujudkan selama pemerintahan Jokowi-JK.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *